"Ada sekitar 150 warga yang tinggak di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung yang mengungsi baik di tenda peleton, masjid, rumah saudaranya, dan beberapa lokasi lainnya," kata tokoh masyarakat Desa Kertaangsana, Asep Has seperti dikutip Antara, Jumat (26/4).
Warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir bencana itu terus meluas. Apalagi puluhan rumah warga sudah mengalami kerusakan, seperti retak pada dindingnya dan miring, karena fondasinya ambles akibat tanah retak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep menambahkan kondisi warga cukup memprihatinkan, apalagi ada beberapa balita yang ikut mengungsi khawatir kondisi kesehatannya menurun dan jatuh sakit, sedangkan kondisi di pengungsian, antara lain udara cukup dingin karena turun hujan.
"Sebagian masyarakat masih bertahan mengungsi, tetapi saat malam hari jumlah warga yang mengungsi akan bertambah banyak. Antisipasi hal yang tidak diinginkan warga dan relawan terus bersiaga di lokasi," katanya.
Lihat juga:Tanah Gerak Gegerkan Warga Tangerang |
Asep mengklaim Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi akan mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian untuk membantu warga. Selain itu, pihaknya juga akan memanfaatkan lahan bekas pasar untuk dijadikan pengungsian sementara dengan cara membuat sekatan dari tripleks agar pengungsi lebih nyaman.
Dia mengatakan di sekitar pengungsian juga akan dibangun WC umum dan tempat sanitasi lainnya yang bisa digunakan warga, baik untuk mandi, mencuci, atau aktivitas rumah tangga lainnya.
[Gambas:Video CNN] (antara/dal)