Moeldoko Sebut Sangat Mungkin PAN Gabung Koalisi Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 18:12 WIB
Moeldoko Sebut Sangat Mungkin PAN Gabung Koalisi Jokowi Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko menyebut ada kemungkinan kuat PAN gabung bersama koalisi Jokowi. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko mengatakan sangat mungkin Partai Amanat Nasional (PAN) masuk kembali dalam koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Jokowi-Ma'ruf diketahui unggul suara di Pilpres 2019 versi sejumlah lembaga survei berdasarkan hasil hitung cepat (quick count).

Moeldoko menyebut rencana mengajak PAN masuk dalam koalisi masih dalam tahap silaturahim. Moeldoko mengajak semua pihak untuk mengamati kelanjutan dari dinamika politik usai Pemilu.

"Itu kan baru tahapan silaturahmi (PAN masuk koalisi). Kemungkinan ya bisa, sangat mungkin," kata Moeldoko di kantornya, Jakarta, Jumat (26/4).


Moeldoko menyebut dinamika politik akan terus berlangsung, termasuk soal penambahan partai politik dalam koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Menurutnya, dalam politik tidak ada yang stagnan.


Mantan Panglima TNI itu menyebut setiap pemerintah ingin memiliki pemerintahan yang kuat. Menurutnya, pemerintahan yang kuat didukung oleh lembaga lain, seperti DPR. Ia mengatakan bisa saja kekuatan dukungan politik di DPR akan bertambah.

"Dengan kekuatan yang ada sekarang, bisa saja politik bersifat dinamis. Bisa saja 60 persen, bisa 70 persen, bisa 80 persen. Kan begitu," ujarnya..

Namun demikian, Moeldoko menyadari dalam sebuah negara demokrasi dibutuhkan oposisi sebagai kelompok penyeimbang. Menurutnya, jika tak ada kelompok oposisi, pemerintahan tak akan ideal. Di sisi lain, dibutuhkan kekuatan yang dominan dalam menjalankan pemerintahan.

"Tapi sekali lagi, sebuah negara yang demokratis perlu ada oposisinya. Sehingga nanti ada check and balances," kata Moeldoko.


Gelagat bergabungnya PAN dalam koalisi Jokowi tercium saat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berbincang dengan Presiden Joko Widodo usai pelantikan gubernur dan wakil gubernur Maluku di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4) lalu.

Zulkifli Hasan hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua MPR yang memenuhi undangan pelantikan. Usai perbincangan itu, pria yang akrab disapa Zulhas mengaku membicarakan masalah Pemilu 2019.

Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengaklaim pihaknya akan segera membahas arah koalisi. Menurutnya, posisi PAN di barisan koalisi Prabowo-Sandi akan dibahas mengingat pemilu telah usai.

"Yang jelas kita akan melihat posisi kita lagi ya. Kan pemilihan presiden sudah selesai, ya jadi kami lihat nanti ke depannya gimana," ujar Bara di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/4).

Moeldoko Sebut Sangat Mungkin PAN Gabung Koalisi JokowiBara Hasibuan. (Detikcom/Tsarina Maharani)

Namun, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno membantah pernyataan Bara bahwa partainya sedang membuka opsi keluar dari koalisi Prabowo-Sandi. Eddy menyatakan PAN konsisten berada di koalisi Adil Makmur.

"Kami tetap konsisten berada di koalisi Adil Makmur," kata Eddy kepada CNNIndonesia.com, Jumat (26/4).

Eddy kemudian menjelaskan rumor Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) telah bertemu Jokowi untuk membahas rencana PAN angkat kaki dari koalisi Prabowo-Sandi dan berbalik mendukung Jokowi-Ma'ruf tidak benar.

Menurut Eddy, Zulhas bertemu Jokowi di Istana Negara, Rabu (24/4) kemarin dalam kapasitas sebagai Ketua MPR untuk menghadiri pelantikan Gubernur Maluku Murad Ismail dari hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. Eddy menekankan Murad Ismail yang berpasangan dengan Barnabas Orno didukung oleh PAN.

(fra/ain)