Hal ini diungkapkannya saat memimpin upacara Hari Bakti Pemasyarakatan untuk memperingati hari lahir Lembaga Pemasyarakatan yang memasuki usia ke-55.
"Peringatan tentu tidak hanya dijadikan nostalgia semata. Lebih dari itu peringatan ini harus mampu menjadi spirit daya pacu yang melibatkan semangat juang para pendahulu yang meletakkan dasar pemasyarakatan," kata Yasonna di Lapas Khusus Narkotika Kelas IIA, Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memperbaiki dan meningkatkan kapasitas napi baik spiritual dan kemandirian ekonomi, dan menjalankan kehidupannya dan kembali menjadi warga negara yang berguna bagi bangsa dan negara," katanya.
Yasonna mengatakan bonus demografi adalah fase di mana angkatan produktif lebih dari non produktif. Bonus demografi harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kita wajib melakukan perbaikan tentunya tidak hanya dalam komunitas umum, juga termasuk di dalamnya kapasitas warga binaan kita sehingga menjadi bagian dari anak bangsa, memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara," katanya.
Bersiap menyongsong bonus demografi, ia menjelaskan pada 2019 pemerintah berkomitmen untuk berinvestasi dalam bidang sumber daya manusia.
"Pemerintah berkomitmen menginvestasikan sumber daya manusia. Beberapa lalu pemerintah berkomitmen (di) infrastruktur dan ekonomi maka sekarang diperlukan SDM yang mampu bersaing," ujar Yasonna.
[Gambas:Video CNN] (jnp/rea)