Ketua PPS TPS 28, Syamsul Anam mengatakan, masyarakat begitu antusias menggunakan hak pilihnya pada PSU, Sabtu (27/4) ini. Ia optimistis tingkat partisipasi masyarakat akan menyentuh angka 77 persen lebih, dari total 215 DPT.
"Pada pelaksanaan PSU kali ini, di TPS 28 ada empat surat suara yang digunakan. Di antaranya, pemilihan Presiden, DPR RI, DPRD Jatim, dan DPD," kata Syamsul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dibilang tingkat partisipasi PSU menurun dan dihakimi itu kurang optimal, saya rasa tidak. Karena kemarin dilakukan pada hari yang diliburkan. Sekarang tidak. Sementara di satu sisi, memilih itu adalah hak. Tentu kita sebagai pelaksana UU tidak bisa memaksakan, dan hanya bisa menyampaikan informasi dan imbauan," katanya.
"Ini bagian risiko yang harus dihadapi ketika mereka bertugas di kota-kota besar dengan mobilitas yang cukup tinggi," kata dia.
Lihat juga:KPU Gelar Pemungutan Suara Ulang di 393 TPS |
Sementara itu, Komisioner KPU Surabaya Divisi Teknis, Miftakhul Gufron menambahkan bahwa 2 PSU ini tidak akan memperlambat proses rekapitulasi tingkat kecamatan di Kota Surabaya. KPU Kota Surabaya tetap tidak mengubah target rampungnya rekapitulasi tingkat kecamatan se-Surabaya. Ia optimistis rekapitulasi dapat selesai pada Selasa (30/4) KPU RI memberikan batas waktu hingga Sabtu (4/5).
"Karena nanti setelah dihitung di TPS langsung kita kirim ke kecamatan. Nanti disusulkan dengan penghitungan suara kelurahan misalnya Kelurahan Lidah Kulon ini. Itu tidak akan butuh waktu lama. Selesai dihitung nanti bisa langsung disetor ke KPU Surabaya," ujar Gufron saat ditemui di lokasi PSU TPS 11 Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya.
Ia mengatakan bahwa dua TPS itu berada di dua kecamatan yang bukan termasuk wilayah dengan tingkat DPT tinggi dan TPS tinggi sehingga tidak akan berpengaruh signifikan dengan proses rekapitulasi.
"Kecamatan paling lama yang memang jumlah DPTnya besar, jumlah TPS besar, ada di Kecamatan Kenjeran, Semampir, dan Tambaksari," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
(frd/ain)