Juru bicara BPN, Suhendra memastikan kedatangan Said sekadar memenuhi undangan Jokowi. Ia tak khawatir pertemuan itu dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran Said saat itu cukup menarik perhatian. Pasalnya, ia selama ini dikenal mendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga Uno.
Dalam pertemuan itu dibahas pula tentang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei mendatang. Seluruh unsur pimpinan organisasi buruh diklaim sepakat peringatan Hari Buruh bakal berlangsung damai.
Kendati demikian, Suhendra menilai kepentingan presiden bertemu dengan para buruh mestinya cukup diwakili menteri. Sementara dalam pertemuan tersebut, Jokowi turut didampingi Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.
Namun ia meyakini tak ada kesepakatan maupun janji politik dalam pertemuan tersebut. Terlebih KSPI di bawah kepemimpinan Said masih memiliki kontrak buruh dengan Prabowo sejak peringatan Hari Buruh 2018.
Suhendra memastikan kontrak buruh itu masih berlaku sampai sekarang. "No big deal," katanya.
Kontrak politik juga mencakup kesepakatan menyetop perbudakan modern berkedok outsourcing, honorer, dan perpanjangan, hingga menciptakan lapangan pekerjaan dengan mencabut Perpres 20/2018 tentang tenaga kerja asing. (psp/wis)