Menteri Enggar Tak Ada di Ruangan saat KPK Geledah Kantornya

CNN Indonesia | Senin, 29/04/2019 15:21 WIB
Menteri Enggar Tak Ada di Ruangan saat KPK Geledah Kantornya Ruangan menteri Enggartiasto Lukita digeledah KPK. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku sedang tidak ada di ruang kerja saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang untuk menggeledah. Namun, Enggar tahu bahwa ruang kerjanya digeledah penyidik lembaga antirasuah.

"Enggak ada. Saya lagi enggak ada (di ruang kerja)," kata Enggar usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan bersama Presiden Joko Widodo, Jakarta, Senin (29/4).

Politikus NasDem itu mengatakan sampai saat ini dirinya belum tahu apa saja dokumen yang disita penyidik KPK dalam penggeledahan itu.


"Belum (tahu apa saja yang dibawa penyidik KPK)," ujarnya.


Sebelumnya, penyidik KPK menggeledah ruang kerja Enggar. Penggeledahan itu terkait dengan proses penyidikan dugaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan tersangka Anggota DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Bowo bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti dan Indung, sebelumnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK.

Bowo diduga meminta komisi kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$2 per metric ton. Ada enam kali penerimaan yang diduga telah terjadi sebelumnya di sejumlah tempat sebesar Rp221 juta dan US$85.130.


KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk. Tim KPK kemudian menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo.

Pengacara Bowo Sidik Saut Edward Rajagukguk sempat mengatakan salah satu Menteri menjadi sumber dari 400 ribu amplop yang akan digunakan untuk serangan fajar.

Dalam ke-400 ribu amplop tersebut setidaknya berisi uang berjumlah Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu dalam 400 ribu amplop tersebut.

"Yang memenuhi Rp8 miliar yang ada di amplop sudah. Dari salah satu menteri di kabinet ini," kata Saut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/4).

[Gambas:Video CNN] (fra/DAL)