Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisah Putri Budiarti menyebut pertemuan antara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu membuka kemungkinan tersebut.
Aisah menilai manuver Zulhas kala berbincang dengan Jokowi lebih menyerupai 'cek ombak', baik untuk koalisi oposisi maupun koalisi petahana. Dari reaksi yang muncul, ia memandang tak ada penolakan dari kedua kubu atas aksi Zulhas tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih, menurut Aisah, PAN tidak punya beban politik dengan parpol pendukung pemerintah semisal PDIP. Hal ini yang membedakan peluang PAN dengan Demokrat.
"Itu terbukti di 2016 PAN bergabung di koalisi pemerintah," imbuh Aisah.
Selesai dari pemungutan suara, Bara menyebut pihaknya bebas menentukan arah kebijakan partai.
"Pilpres selesai, ya kita berhak punya otoritas penuh untuk menentukan langkah ke depan, demi kepentingan partai dan apa yang bisa partai lakukan untuk berkontribusi untuk bangsa ini," ujar Bara.
Bara pun mengingatkan bahwa riwayat PAN selama hidup hampir selalu berada di dalam pemerintahan. Hanya ketika mendukung Prabowo dan Hatta Rajasa pada Pemilu 2014, mereka sempat duduk di kursi oposisi meskipun akhirnya bergabung ke pemerintah pada 2016.