"Pak Jokowi yang mengundang. Bukan AHY yang mau bertemu," ujar sumber yang enggan diungkap identitasnya, Kamis (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini ada pembicaraan khusus begitu, mungkin empat mata," ujar Moeldoko di lingkungan Istana.
"Dalam politik itu kan kalau mau mencari jalan keluar kan tidak ada yang dominan jadi saling mendengarkan saling mempertimbangkan bisa akhirnya saling bersepakat ya," kata Moeldoko.
Sebelumnya, Syarief Hasan pernah mengatakan partainya belum memikirkan koalisi usai Pilpres 2019. Menurutnya, proses penghitungan masih berlangsung dan Demokrat terus mengikuti perkembangan rekapitulasi suara yang diperoleh.
Jokowi dan AHY saat bertemu di acara open house Istana tahun lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Lihat juga:Prabowo Kalahkan Jokowi di TPS AHY |
Wasekjen Andi Arief juga pernah mengatakan hal serupa. Dia enggan bicara banyak langkah Demokrat selanjutnya. Demokrat ingin menunggu real count selesai pada 22 Mei mendatang.
Wasekjen Rachland Nashidik pernah mengutarakan bahwa partainya tidak akan meninggalkan koalisi dalam waktu dekat.
"Partai Demorkat adalah bagian dari koalisi Prabowo-Sandi. Kami dikenal sebagai anggota koalisi yang kritis -bukan oportunis. Kami tidak meninggalkan kawan yang sedang kesulitan," cuit Rachland di akun twitternya (28 /4) (fra/bmw/wis)
Jokowi dan AHY saat bertemu di acara open house Istana tahun lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)