"Kita sudah bentuk tim khusus untuk penyelidikan terkait itu ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (2/5).
Argo menyebut pihaknya masih belum bisa memastikan apakah kelompok berbaju hitam itu dikoordinir oleh pihak tertentu atau tidak. Sebab, kata Argo, sampai saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagar halte itu dirusak oleh sekelompok orang berbaju hitam. Pagar itu ambruk setelah terjadi dorong-dorongan antara massa aksi dan polisi.
Kata Tito, kelompok tersebut identik dengan aksi vandalisme dan simbol huruf A. Kelompok itu bukan fenomena lokal, melainkan fenomena internasional yang sudah berkembang di luar negeri.
Mereka disebut Tito menganut doktrin bahwa pekerja itu jangan diatur. Biarkan pekerja menentukan sendiri.
Di Indonesia, sambung Tito, diperkirakan baru berkembang beberapa tahun terakhir. Tito menyebut pada tahun lalu kelompok itu muncul di Yogyakarta dan Bandung.
"Sekarang juga ada di Surabaya, ada di Jakarta, dan mereka sayangnya melakukan aksi kekerasan, vandalism, coret-coret simbol A, ada yang merusak pagar," ujar Tito (dis/wis)