"Bendungan ini akan mengairi kurang lebih 4.680 hektare baik sawah-sawah yang ada di Kabupaten Karanganyar maupun di Kabupaten Sragen," kata Jokowi dalam keterangan resmi Biro Pers Sekretariat Presiden.
Jokowi menyebut bendungan yang menelan anggaran Rp657 miliar itu memiliki kapasitas tampung 9,15 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 43,86 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan, saya melihat ini juga sangat bagus untuk tempat wisata. Semoga ini memberikan dampak ekonomi yang baik, pertumbuhan ekonomi yang baik, bagi Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya," ujar Kepala Negara.
Menurut Jokowi, pemerintah masih akan mengupayakan untuk mengejar agar rasio kekurangan kebutuhan air dapat diminimalkan.
"Saya kira kita harus mengejar sebuah jumlah yang ideal baik untuk irigasi, air baku, dan pembangkit listrik di semua provinsi yang ada," ujarnya.
Lihat juga:Jokowi Batal Resmikan Bandara Kulon Progo |
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat juga tengah membangun empat bendungan lain di Jawa Tengah, yakni Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora, Bendungan Jragung di Semarang, Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, serta Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar.
Setelah menghadiri acara peresmian, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau bendungan sekaligus menutup 'pintu saluran pengelak' pada sungai Garuda.
[Gambas:Video CNN] (fra/osc)