Saksi untuk Prabowo Subianto memprotes kepada panitia pemilu kecamatan (PPK) atas hasil perolehan suara. Saksi Prabowo tersebut memprotes hasil penghitungan karena tidak cocok dengan data yang dipegangnya.
Suara Prabowo di Desa Ombul dan Pajeruan, disinyalir tidak terekap oleh petugas. Imbasnya, suara pasangan nomor urut 02 menyusut. PPK Saksi Prabowo menuding PPK Kedungdung melakukan pemelintiran manipulasi data. Sebab saat perekapan di tingkat kecamatan, suara Prabowo masih utuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dilakukan pembukaan DA1 untuk dicocokkan dengan perolehan suara Prabowo, saksi tidak meladeni. Ia bersikukuh tak mau mengisi form DB2 sebagai tanda keberatan. Saksi Prabowo menilai sikap tersebut sarat dengan kecurangan.
[Gambas:Youtube]
Saksi Prabowo naik pitam, kemudian menendang dan melempar kursi yang juga diikuti saksi lain. Rapat pleno sejenak berhenti. Polisi masuk ke area perekapan dan mengamankan dua orang yang diduga menjadi otak pelaku kericuhan.
"Hanya sementara diamankan. Kami redam emosinya setelah itu dilepas. Bentrok fisik tidak sampai terjadi, mereka hanya cekcok adu mulut," kata Humas Polres Sampang Ibda Puji Eko Walujo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (3/5).
Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif menyebutkan insiden tersebut terjadi hanya persoalan selisih perolehan suara. Saksi capres dan PPK bergolak. "Sekarang sudah aman dan tidak berkepanjangan. Perekapan masih terus berlangsung," kata Syamsul.