Dukungan perdagangan lintas batas dan kerja sama antara Timor-Leste dan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Indonesia diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
Perjanjian diteken oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) yang diwakili Presiden ADB Takehiko Nakao, Pemerintah Indonesia diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Pemerintah Timor Leste yang diwakili Menteri Keuangan Sara Lobo Brites. Hal itu dilakukan di sela-sela pertemuan tahunan ke-52 Dewan Gubernur ADB di Nadi, Fiji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengenal OBOR, Program 'Jerat Utang' China |
"Kerja sama dan integrasi regional sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di Asia dan Pasifik," kata Nakao.
Diketahui, nota kesepahaman tersebut dibangun berdasarkan studi penjajakan tentang Peningkatan Kerja Sama Lintas-Batas dan Integrasi antara Indonesia dan Timor-Leste yang disusun ADB. Studi ini mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang untuk kerja sama lintas batas.