Kapolresta Palembang Komisaris Besar Didi Hayamansyah mengatakan dua perencana itu adalah Fahmi (30) dan Iwan Oge (36).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, penyidik belum mengkonfrontasi pernyataan Fahmi tersebut dengan pernyataan Indah Permata Sari (23), istri Arif Hidayatullah (24), salah satu tahanan yang juga melarikan diri. Indah mengaku membawakan gergaji besi untuk membantu suaminya melarikan diri.
Ilustrasi tahanan. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah) |
Sementara itu, pihaknya masih mengerahkan penyidik untuk memburu Iwan. Nama terakhir diketahui merupakan bandar sabu yang merupakan tangkapan Unit Reskrim Polsek Kertapati. Iwan dititipkan di tahanan Polres untuk segera menjalani persidangan.
Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara menginstruksikan jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel dan Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang untuk menyurati para keluarga tahanan yang melarikan diri untuk segera menyerahkan diri.
Pihaknya pun masih mendalami dugaan ketelibatan anggota polisi yang membantu kaburnya para tahanan tersebut. Zulkarnain menjelaskan tersangka Fahmi, yang merupakan salah satu aktor di balik kaburnya 30 tahanan ini, mengaku membuka kunci gembok sel tahanan menggunakan pinset. Namun Fahmi tidak dapat menunjukkan pinset yang digunakan tersebut.
"Karena saya sendiri melihat dari TKP, kan itu sangat susah banget ya mau keluar karena terali selnya lapis dua. Kenapa juga kunci sel bisa dibuka tanpa rusak anak kuncinya. Artinya, walaupun katanya si Fahmi yang aktornya katanya pakai pinset, tapi apa betul pinsetnya itu ada?" tutur Zulkarnain.
Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara (kedua kiri). (CNN Indonesia/Hafidz) |
"Hukumannya bisa dipecat. Meskipun lambat prosesnya akan kami ikhtiarkan. Itu konsekuensi tugas, saya sendiri pribadi siap bertanggung jawab. Saya sudah lapor pimpinan saya bahwa ini konsekuensi saya bertugas," kata Zulkarnain.
(arh/idz/arh)
Ilustrasi tahanan. (
Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara (kedua kiri). (