Hal ini dikatakan Sandi merespon istilah 'Setan Gundul' yang dicuitkan Andi telah mempengaruhi Prabowo di kontestasi Pilpres 2019 ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sandi, daripada menggunakan bahasa abu-abu dan bersayap, akan lebih baik jika Andi langsung menyebutkan siapa sosok yang dia tuding sebagai setan gundul itu. Sebab jika Andi selalu menggunakan istilah abu-abu justru kata dia malah menimbulkan kekisruhan politik.
Politikus Partai Demokrat Andi Arief. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Sandi kemudian bercanda jika memang ada setan gundul pada malam 17 April lalu ketika Prabowo mendeklarasikan kemenangan, justru tak ada sosok gundul selain ajudan pribadi Sandi yang bernama Yuga.
"Sekarang kaya si Yuga gitu pasti stres. Karena dia salah satu yang gundul yang ada di (Kertanegara)," katanya.
Oleh karena itu, Sandi pun mengaku bahwa bukan hanya masyarakat, dirinya pun mengaku sangat penasaran dengan sosok setan gundul itu. Sebab kata Sandi jika memang setan gundul itu adalah orang-orang yang memberi masukan dan bisikan pada Prabowo di malam 17 April maka jelas orang-orang ini adalah sosok yang ikut hadir saat Prabowo menyampaikan deklarasi kemenangan.
"Saya juga jadi kepengen tahu siapa itu setan gundul. Karena setahu saya yang di situ yang saya kan lagi cegukan saya turun terus ke atas orangnya yang semua ikut dampingi Pak Prabowo memberikan deklarasi ke depan. Jadi kalau ada yang berikan masukan ke Pak Prabowo ya orang-orang itu yang ada di depan sana," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Sandi sendiri mengaku tak mau ambil pusing dengan setiap cuitan yang dilontarkan Andi Arief melalui akun Twitter-nya. Sebab kata dia, sejak awal Andi adalah orang juga mencuitkan soal Rp 500 miliar yang diberikan Sandi kepada setiap Parpol Koalisi.
"Jadi menurut saya enggak jelas ini dan apa saya enggak tahu. Enggak [sakit hati], saya udah lama urat baper saya udah putus," kata Sandi.
Sebelumnya, Andi menjelaskan kelompok 'Setan Gundul' muncul di tengah perjalanan saat Koalisi Adil Makmur telah terbentuk. Tak jelas siapa yang dituding Andi dalam kelompok itu. Namun dia menilai kelompok ini tidak rasional dan memberikan masukan sesat kepada Prabowo tentang kemenangan Pilpres 2019 mencapai 62 persen.
[Gambas:Video CNN] (tst/arh)
Politikus Partai Demokrat Andi Arief. (