Menurutnya, sekalipun ada reshuffle kabinet, hal itu akan dilakukan usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. "Kemungkinan bisa saja," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/5).
Kendati begitu, ia enggan memastikan apakah kemungkinan reshuffle itu dilakukan lantaran beberapa menteri Kabinet Kerja terseret kasus korupsi atau sekadar bentuk evaluasi dari Jokowi kepada para menteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi sekali lagi kalau sudah persoalan hukum, Presiden selalu tidak mau intervensi tentang itu. Tergantung dari berprosesnya, apa yang terjadi sekarang ini," ujarnya.
Lihat juga:KPK Periksa Menag Lukman Hakim Hari Ini |
Imam diduga terseret dalam kasus suap dana hibah Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI). Selanjutnya, Enggartiasto disebut namanya dalam kasus dugaan suap Rp2 miliar yang dilakukan anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Sementara Lukman terseret dalam kasus dugaan jual beli jabatan di kementeriannya.
"Status itu menentukan, sepanjang belum ada status yang jelas. Presiden menekankan supaya ngebut bekerja dengan baik dalam sisa waktu yang ada," katanya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Presiden memiliki penilaian atas capaian saat ini dan membutuhkan tim untuk mengejar target mendatang. "Ditunggu saja penjelasan Presiden (tentang reshuffle)," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/pmg)