Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri mengatakan pengiriman ribuan C1 itu dilakukan dengan menggunakan taksi online. Diduga dokumen-dokumen itu hendak diantarkan ke Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
"Jadi dia memesan transportasi online untuk mengantarkan ribuan suara itu," kata Jufri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti dulu, penyelidikan masih berlangsung. Kita tunggu saja," ucap dia.
Petugas polisi kemudian menyita kardus putih berisi 2.006 formulir C1 dan kardus coklat 1.761 formulir C1. Ribuan formulir C1 itu berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. Tapi, isi formulir C1 itu berbeda dengan hasil penghitungan suara pada Situng KPU.
Pada kardus itu juga tertulis 'Kepada Yth Bapak Toto Utmo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jalan Kertanegara No 36 Jakarta Selatan' dan 'Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jalan HOS Cokro Aminoto No 93 Menteng Jakarta Pusat'.
CEO Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, M Taufik langsung membantah dirinya berada di balik temuan dua dus formulir C1 yang disebut menguntungkan Prabowo-Sandi.
"Itu bohong, fitnah. Berita itu sama sekali tidak betul, Seknas tidak pernah mengumpulkan C1, tidak pernah mengirimkan C1 ke BPN," kata Taufik di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5).
[Gambas:Video CNN] (osc/ctr/osc)