Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Fadly Munzir Ismail mengatakan dua remaja masih di bawah umur yang berinisial IV dan WH tersebut ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.
"Tadi kami ada mengamankan dua orang pelajar SMP, mereka melempari Mapolda dengan mercon," kata Fadly, Jumat (10/5) dini hari WIB seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Insyafnya Para Pembalap Liar |
Belum diketahui jelas motif dua ABG tersebut melempar petasan ke Mapolda Riau. Namun, Fadly menduga aksi itu buntut dari upaya Polda Riau yang melakukan razia kendaraan bermotor secara masif pada Kamis malam hingga Jumat dinihari.
"Kemungkinan mereka tidak senang atau tidak terima dengan kegiatan yang kami lakukan malam ini," ujarnya.
Sementara itu, razia yang melibatkan Ditlantas Polda Riau bersama dengan Satuan Brigade Mobil Polda Riau mengamankan ratusan kendaraan bermotor di sejumlah lokasi di Pekanbaru.
Kendaraan yang terjaring razia itu rata-rata dikendarai remaja dengan cara ugal-ugalan hingga balapan liar. Motor tersebut langsung dilakukan penilangan dan baru akan dilepas setelah Lebaran. Tujuannya agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.
Fadly mengatakan kegiatan razia itu dilakukan seiring peningkatan aksi kriminalitas, yang puncaknya terjadi aksi pengeroyokan hingga berujung kematian seorang remaja sesama anggota geng motor.
"Beberapa hari belakangan angka kriminal yang dilakukan oleh pelajar meningkat. Seperti kemarin terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh remaja dibawah umur, yang diduga merupakan anggota geng motor," ujarnya.