FPI bersama massa yang menamakan diri Koalisi Umat berencana menggeruduk kantor Bawaslu guna melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019. Laporan kecurangan akan disampaikan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Pantauan CNNIndonesia.com sekitar pukul 13.00 WIB, aparat mulai berjaga-jaga di sekitar lokasi. Sekitar pukul 13.13 WIB, gerombolan massa yang berkisar antara seribu hingga dua ribu orang mulai bertolak menuju ke gedung Bawaslu sambil dikawal oleh petugas kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kan resmi BPN mau lapor. Kita kawal bukan demo," ujar Slamet saat dihubungi CNNIndonesia.com.
"Wajib tertib dan disiplin lalu lintas serta ramah dan damai," tulisnya.
Lihat juga:Perlukah Izin FPI Diperpanjang? |
Sementara itu dari Kantor Bawaslu, aparat mulai memperketat penjagaan. Sejumlah sisi gedung Bawaslu dipagari kawat berduri. Barikade kawat berduri di sepanjang trotoar gedung Bawaslu menghadap Jalan MH Thamrin.
Sejumlah polisi juga bersiaga di depan dan belakang pagar besi Kantor Bawaslu yang setinggi 2,5 meter. "Hari kemarin (Kamis) tidak ada kawat berduri," kata salah satu petugas keamanan kantor Bawaslu, Winarko.
Selain itu, dua kendaraan taktis milik Polda Metro Jaya, seperti mobil water cannon dan mobil Barracuda, terparkir di depan Kantor Bawaslu.