"Kelompok JAD Bekasi ini dengan amirnya EY betul-betul sudah mampu memodifikasi jenis-jenis bom yang cukup modern," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sudah memodifikasi switching bomnya dengan menggunakan router. Dia booster sudah menggunakan Wi-Fi, kalau Wi-Fi tentunya sampai saat ini belum ada jammer yang bisa menghalangi Wi-Fi," tutur Dedi.
Ilustrasi router Wi-Fi. (Linksys) |
"Dengan dia menaruh beberapa ransel, dia tinggal ledakinnya dari jarak sekilo dengan menggunakan handphone dia, entah [diledakkan] satu-satu atau sekaligus," ucap Dedi.
Dedi mengungkapkan EY diketahui memang memiliki latar belakang kemampuan elektronik. Selain itu, EY juga memiliki kemampuan untuk mereparasi handphone.
"Bom ini berhasil dipraktikkan sehingga memacu, memotivasi EY untuk memperdalam bagaimana caranya membuat mother of satan, bom ini dengan menggunakan alat pemicu pake Wi-Fi, bukan dengan sinyal handphone," kata Dedi.
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap EY yang diketahui merupakan amir dari JAD Bekasi. Selain itu, Densus menangkap YM alias Kautsar yang diketahui merupakan anak buah dari EY. Keduanya ditangkap pada Rabu (8/5).
Lokasi penggerebekan terduga pelaku teroris, di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (5/5). (ANTARA FOTO/Risky Andrianto) |
Densus 88 diketahui juga telah menangkap delapan terduga teroris jaringan JAD Lampung. Delapan terduga teroris ini ditangkap di sejumlah daerah, yakni Bitung, Tegal, dan Bekasi.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)
Ilustrasi router Wi-Fi. (
Lokasi penggerebekan terduga pelaku teroris, di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (5/5). (