Polisi Tolak Penangguhan Penahanan Pilot Lion Air

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 20:20 WIB
Polisi Tolak Penangguhan Penahanan Pilot Lion Air Ilustrasi pilot. (Istockphoto/Humonia)
Surabaya, CNN Indonesia -- Permohonan penangguhan penahanan yang diajukan pilot Lion Air, Arden Gabriel Sudarto (29), ditolak dengan alasan keadilan.

Sebelumnya, Gabriel ditahan di Polrestabes Surabaya setelah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap karyawan Hotel La Lisa Surabaya Ainur Rofik (28).

"Sudah masuk untuk [permohonan] penangguhan kepada pilot tersebut. Kami ingin membuktikan bahwa equality before law, kami tidak akan melakukan penangguhan karena ini terus terang saja menyangkut pada keadilan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (10/5).


Penangguhan penahanan tersebut, kata Barung, tidak dapat dikabulkan lantaran perbuatan Gabriel adalah penganiayaan. Sementara, pasal penganiayaan termasuk yang dikecualikan dalam hal penangguhan penahanan.

"Itu penganiayaan pasal perkecualian, menyakiti hati publik. Masyarakat tersakiti," ujarnya.

Barung menyebut video penganiayaan itu sudah beredar luas di media sosial. Ia pun menyamakan hal itu dengan viral-nya video penganiayaan yang dilakukan anak-anak muda kepada orang tua atau anak kecil.

"Misalnya contoh kasus ibu-ibu dipukuli oleh generasi muda itu menyakiti hati publik. Anak kecil juga dipukuli itu menyakiti hati publik," katanya.

Untuk itu, ujar Barung, kepolisian akan menindak tegas bagi siapapun yang melalukan bentuk penganiayaan hingga membuat orang sampai tersakiti, karena telah menonton tayangan videonya.

"Jadi siapapun juga yang menyakiti hati publik, bahwa hal-hal yang dipandang polisi juga untuk melakukan tindakan hukum," kata dia.

Sebelumnya Gabriel telah resmi ditahan Polrestabes Surabaya, sejak Rabu (8/5). Ia disangkakan pasal penganiayaan, pasal 351 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 335 KUHP, dengan ancaman 2 tahun 8 Bulan dan atau 1 tahun penjara.

[Gambas:Video CNN] (frd/arh)