Kanit Reskrim Polsek Kenjeran, Iptu Endri, mengatakan pria yang ditemukan tewas tersebut, bernama Soeprayitno (53) dan beralamat di Sidotopo Wetan, Surabaya. Soeprayitno disebut berprofesi sebagai wartawan tabloid mingguan, namun pemimpin redaksi tabloid itu menyebut Soepriyanto sudah nonaktif.
"Saat ditemukan, korban telah meninggal, ada luka bacok di lengan bawah sebelah kanan. Korban saat ditemukan langsung dilarikan ke RSUD Dr Soetomo," ujar Endri saat dikonfimasi, Sabtu (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya tidak sampai terjadi penusukan atau pembacokan dari pelaku terhadap korban. Karena ada teman pelaku berboncengan yang melerai," ujarnya.
"Tapi pelaku tetap emosi sehingga mengambil pisau yang dibuang itu lalu membacok korban kena lengannya sampai meninggal dunia," katanya.
Hingga saat ini, kata Endri, polisi masih mendalami kasus itu, untuk menemukan pelaku pembunuhan tersebut.
"Kasusnya dan motif pembunuhannya masih kita selidiki termasuk kita masih upayakan segera terungkap pelakunya," kata Endri.
"Kota kerja keras untuk mendapatkan para saksi padahal banyak yang menyaksikan. Kita berharap saksi lain dapat membantu kami memberikan keterangan sekecil apa pun," kata Agus, saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung .
Selain itu, Agus mengatakan polisi juga tengah mendalami jejak kasus korban. Soeprayitno diketahui adalah seorang residivis kasus penggelapan pada 2014.
Kasus tersebut, kata Agus, membuat Soeprayitno sempat mengalami hukuman penjara selama empat bulan di Polrestabes Surabaya.
"Korban pernah kasus di salah satu Polsek di Polrestabes Surabaya. Memang benar, sempat ditahan empat bulan kasus penggelapan 2014," kata dia.
Di sisi lain, Kusnan (46), seorang saksi yang juga tetangga korban, mengatakan bahwa sehari-harinya Soeprayitno dikenal sebagai seorang wartawan di Gegana Indonesia.
Namun Darsono menyebut, sudah sekitar 5 bulan terakhir, Soeprayitno telah tak aktif lagi di Gegana Indonesia. Surat tugasnya pun kata Darsono, sudah habis masa berlakunya sejak Februari 2019.
"Sudah sejak lima bulanan dia tidak aktif, dan tidak ada komunikasi dengan kami. Saat saya minta untuk bertemu, dia selalu menolak dan menyebut nanti-nanti," kata Darsono kepada CNNIndonesia.com.
Darsono pun mengaku tak tahu menahu dengan kejadian yang menimpa anak buahnya tersebut. Sebab selama ini, Soeprayitno, dikenal juga jarang berkomunikasi dengan rekan kerjanya.
"Baru tahu dari berita semalam. Dia juga jarang komunikasi dengan saya pimpinannya, dan rekan lainnya," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (frd/ugo)