Polisi Periksa Delapan Tahanan Terkait Kerusuhan Rutan Siak

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 08:03 WIB
Polisi Periksa Delapan Tahanan Terkait Kerusuhan Rutan Siak Suasana pasca kerusuhan yang terjadi di Rumah tahanan (rutan) Kelas II B Siak Sri Indrapura Provinsi Riau Sabtu (11/5). (CNN Indonesia/Bayu Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Siak, Riau, melakukan pemeriksaan terhadap delapan tahanan Rutan Klas II B Siak terkait dengan insiden kerusuhan dan kebakaran yang terjadi pada Sabtu (11/5) dini hari.

"Delapan tahanan kita periksa yang terindikasi memicu kerusuhan. Ini terkait penganiayaan, penembakan, dan pembakaran," kata Wakil Kepala Polres Siak,  Kompol Abdullah Hariri di Siak, Minggu (12/5) dikutip Antara.

Kedelapan tahanan tersebut berada di Polres Siak dan tidak ikut dievakuasi ke rutan kabupaten lain seperti diberlakukan kepada warga binaan lain. Di antara delapan itu juga akan diselidiki siapa yang menggunakan senjata api hingga melakukan penembakan terhadap Kepala Satuan Narkoba Polres Siak AKP Jaelani.


Abdullah mengungkapkan bahwa setelah kerusuhan dan kebakaran, ditemukan tiga senjata api di lokasi kejadian. Dua Laras panjang diserahkan kepada tahanan dan satu lagi senjata api jenis FN yang ditemukan tergeletak.


"Ketiga senjata itu memang milik rutan dengan peluru karet. Belum diketahui tahanan mana yang menggunakan senjata itu," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa tiga dari delapan tahanan yang diperiksa memang napi yang sebelum kejadian diduga terlibat narkoba. Saat itu awalnya sebelum kerusuhan ditemukan sabu pada seorang napi perempuan.

Kemudian Sat Narkoba Polres Siak melakukan pemeriksaan dan pengembangan di rutan. Hasilnya ada tiga tahanan yang diduga terkait soal narkoba tersebut. Setelah itu terjadi kerusuhan yang berujung pembakaran di Rutan Siak.


Dengan kondisi Rutan Klas II B Siak yang hampir semuanya terbakar sudah dilakukan evakuasi sebanyak 615 orang tahanan antara lain ke Pekanbaru, Kampar, Bengkalis dan Dumai.

Sementara jumlah tahanan yang belum dievakuasi adalah sebanyak 33 orang termasuk delapan orang yang dalam pemeriksaan tersebut. Sedangkan ada dua orang dirawat di RSUD Siak dan 13 orang napi yang baru ditangkap setelah kabur usai insiden.

"Yang belum ditemukan ada 10 orang lagi. Anggota di lapangan masih melakukan pencarian dibantu masyarakat," ujar Abdullah.



(Antara/ain)


BACA JUGA