Sebelumnya, Gunung Agung meletus dan mengeluarkan dentuman keras pada Minggu (12/5) pukul 22.29 Wita.
Lihat juga:Gunung Merapi Dua Kali Luncurkan Lava Pijar |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lava pijar dari erupsi Gunung Agung membakar semak belukar di sekitar puncak kawah. Status Siaga, zona bahaya di dalam 4 km," katanya.
Namun demikian, Sutopo meminta masyarakat tetap tenang karena pada prinsipnya Bali masih aman.
"Masyarakat tetap tenang. Tidak perlu mengungsi. Bali tetap aman dan nyaman. Bandara IGK Ngurah Rai tetap beroperasi normal," ujarnya.
Gunung api dengan tingkat aktivitas Level III (Siaga) itu mengalami erupsi sejak 21 November 2017 dan pada 12 Mei 2019 mengalami satu gempa letusan, lima gempa hembusan, dua gempa tektonik jauh menurut PVMBG.
"Tadi malam saya dengar dentuman dan suara keras dari sini. Warga sempat berhamburan keluar rumah. Namun mereka tetap tenang," kata Dewa Ngakan Klaci. Seorang warga Desa Nongan, Karangasem, menambahkan warga sekitar sudah terbiasa mendengar dentuman dari Gunung Agung.
Pada Senin, seismograf merekam satu kali gempa hembusan dan satu kali gempa tektonik jauh di gunung setinggi 3.152 meter di atas permukaan laut itu.
[Gambas:Video CNN] (arh)