Hal itu dikatakannya saat melakukan kunjungan ke Rutan Siak, Senin (13/5). Yasonna tiba di rutan didampingi oleh Gubernur Riau Syamsuar dan Kepala Kanwil Kemenkumham Riau M. Diah pada pukul 11.05 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menyesalkan apa yang terjadi. Memang ini bukan kali pertama. Ada beberapa hal fundamental memang permasalahan kita di Indonesia yakni overkapasitas mendekati 500 persen," kata Yasonna dalam keterangan persnya di Rutan Siak.
Lihat juga:Rusuh di Rutan Siak, Napi Berhasil Kabur |
Yasonna menegaskan untuk para petugas lapas dan rutan untuk melakukan pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan tidak bertindak arogan.
"Itu juga dijagain pak Kakanwil diliat. Lakukan SOP jangan arogan. Saya dapat laporan dari Karutan, orangnya karena mengedarkan makanya hendak di setrap sel (sel khusus bagi napi). Itu sudah benar, namun orang itu melawan dan ini memicu kerusuhan. Karena kondisi sudah overkapasitas sehingga tidak bisa menangani secara maksimal," jelas Yasonna.
Saat ini para narapidana sudah di evakuasi ke beberapa rutan/lapas yang berada di Provinsi riau, hingga Senin siang tersisa 9 orang lagi penghuni rutan kelas II B yang belum ditemukan.
Sebelumnya, kepolisian memeriksa tiga sipir yang diduga memicu kericuhan di rutan tersebut.
[Gambas:Video CNN] (bay/arh)