"Dari segi pendapatan kita masih akan lakukan kerja lebih keras lagi baik. Kita punya potensi ada di 13 jenis pajak. Itu akan kita genjot terutama piutang, ada di pajak kendaraan, PBB, ada juga di pajak restoran," kata Saefullah di DKI Jakarta, Selasa (14/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Restoran itu dari total yang dia makan tinggal tambah 10 persen. Itu yang harus kita kawal ketat jangan sampai dia tidak terkompilasi," jelas Saefullah.
"Ini kita diminta pak Gubernur dalam waktu satu minggu, untuk memacu pendapatan," tutur Saefullah.
Dari data yang diterima CNNIndonesia.com, jumlah pendapatan dari pajak DKI per tanggal 13 Mei ialah sebesar Rp9,84 triliun dari target pendapatan pajak sebesar Rp44 triliun. Beberapa sektor yang paling minimal realisasinya ialah Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P), PBB Kendaraan Bermotor dan Bea Perolehan Hasil Tanah dan Bangunan (BPHTB). (cpt/fea)