Kapolda Jawa Tengah Irjen Rykco Amelza Dahniel membenarkan penangkapan terhadap delapan warga Jawa Tengah itu. Menurut dia, pemeriksaan kepada mereka saat ini masih berlangsung di Mapolda Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam waktu 7 hari ini akan dilakukan pemeriksaan oleh Densus di Polda Jawa Tengah untuk menentukan apakah yang bersangkutan terbukti atau tidak," ucapnya.
"Nanti masih dikembangkan lagi, jumlah [terduga teroris] diperkirakan bisa bertambah karena terus dikembangkan", kata Ryco.
Diketahui, dalam waktu sepekan, sedikitnya 8 orang warga Jawa Tengah yang berdomisili di Semarang, Kudus, Grobogan, Sragen, dan Magelang diamankan karena diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris yang akan beraksi di Indonesia.
Dari informasi yang diperoleh CNN Indonesia, Taufik yang kesehariannya bekerja sebagai petugas keamanan atau sekuriti sebuah sekolah swasta di kawasan Banyumanik, Semarang, ini diduga terkait dengan kelompok Neo Jamaah Islamiyah, yang mencoba untuk eksis kembali dengan memanfaatkan aksi people power pada 22 Mei 2019.
[Gambas:Video CNN] (dmr/arh)