Dugaan itu kian kuat dengan ditemukannya barang bukti baru di lokasi kejadian, yakni sidik jari.
Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara memastikan sidik jari yang ditemukan identik dengan sidik jari milik Prada DP. Sidik jari itu ditemukan di pintu kamar mandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat ini Polda Sumsel sudah tidak berwenang dalam menyelidiki kasus tersebut. Hal ini karena terduga pelaku merupakan oknum anggota TNI yang terikat hukum militer.
Polda Sumsel pun telah menyerahkan berkas-berkas penyidikan kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam II/Sriwijaya.
"Tugas kami bekerja sama, membantu, mem-back up. Berkas sudah diserahkan ke Denpom. Kewajiban kami hanya men-support," ujar Zulkarnain.
Dia mengatakan, Prada DP sudah tidak berdinas sejak 4 Mei di tempat dirinya bertugas sekaligus mengenyam pendidikan di Sustaif Rindam II/Sriwijaya Baturaja. Untuk mempersempit gerak Prada DP, polisi militer sudah menyebar foto yang bersangkutan di wilayah jajaran Kodam II/Sriwijaya di Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung, dan Bangka Belitung. Prada DP pun sudah dinyatakan buron alias masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Kemungkinan oknum anggota TNI ini bersembunyi dan berdiam diri di suatu tempat. Kita sebar foto untuk membatasi ruang gerak terduga agar bisa segera ditangkap," ucap Djohan.
"Kodam II/Swj tidak akan melindungi atau mentolerir oknum yang seperti itu. Karena itu, kami terus melakukan pencarian," kata dia.
Sebelumnya Fera Oktaria ditemukan tewas dengan kondisi dimutilasi di kamar penginapan di Muba pada Jumat (10/5). Seiring berjalannya penyelidikan, mencuat dugaan kuat Fera dibunuh oleh mantan kekasihnya, DP yang merupakan anggota TNI berpangkat Prajurit Dua.
[Gambas:Video CNN] (idz/osc)