Sejauh ini KPU mencatat jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia tembus 456 orang dan 4.310 orang sakit.
"Kalau perlu diberhentikan dulu penghitungan suara. Diberhentikan dulu. Fokus penanganan pencegahan ini dan semua pembiayaan dikerahkan untuk hal tersebut," tutur Joserizal di Kantor MER-C, Jalan Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian keempat tidak jelas pembiayaannya. Sebagian besar keluarga yang menanggung. Harusnya ini menjadi tanggung jawab KPU dan pemerintah. Duit harus segera turun," kata Joserizal.
Lebih lanjut, Joserizal mengatakan pihaknya membentuk tim mitigasi untuk menelusuri penyebab kematian ratusan petugas KPPS. Pasalnya, audiensi yang dilakukan dengan KPU dan Bawaslu pun tidak membuahkan hasil baik.
"Tidak ada bencana, tidak ada penyakit, meninggal dalam periode cukup singkat, dalam jumlah banyak. Tapi kita tidak boleh ambil kesimpulan grasa-grusu. Teori boleh saja, hipotesis, tetap pembuktiannya cause of death," ucapnya.
MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri.
MER-C yang pernah bersilaturahmi ke DPP PKS pada Desember 2017 lalu ini sudah mengirimkan lebih dari 124 misi kemanusiaan ke berbagai daerah di tanah air.
Selain itu, MER-C juga pernah mengirim misi kemanusiaan ke luar negeri. Di antaranya Afghanistan, Irak, Iran, Thailand, Pakistan, Libanon, Sudan, Somalia, hingga Palestina.
[Gambas:Video CNN] (sah/osc)