"Kami masih bekerja sama dengan Polda Jateng dari Ditreskrimsus. Jadi tim sudah bergerak," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, Rabu (15/5).
Pihak Polda Jabar mulai mengendus terduga pelaku pembuat hoaks anggota KPPS meninggal itu berasal dari Jawa Tengah.
Namun, menurut Trunoyudo, proses penyelidikan membutuhkan waktu cukup panjang. Sebab pihaknya harus memastikan pelaku penyebar hoaks apakah pembuat atau hanya meneruskan informasi yang ada di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trunoyudo menyebutkan, pihak keluarga anggota KPPS yang meninggal sudah menyampaikan laporan. Mereka keberatan atas informasi yang menyesatkan.
Isu tersebut berawal dari unggahan pemilik akun Facebook bernama Doddy Fajar dan akun Twitter PEJUANG PADI @5thsekali.
Dalam unggahannya, disebutkan anggota KPPS bernama Sita Fitriati meninggal akibat diracun. Dalam keterangannya, almarhum merupakan mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun dan dalam tubuhnya ditemukan zat kimia yang mengandung racun yang sangat berbahaya.
Pihak keluarga sendiri menyatakan isu tersebut hoaks. Bahkan pihak keluarga sudah melaporkan hoaks tersebut ke polisi.
[Gambas:Video CNN] (hyg/ugo)