Dalam video tersebut, pria diduga Soenarko, yang berkumis tebal dan berpakaian kemeja lengan pendek merah marun, duduk di kursi di belakang meja bundar. Ia tampak tengah berbincang dengan orang lain yang tak terlihat wajahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kalau tanggal 22 diumumkan, kalau Jokowi menang, yang kita lalukan tutup KPU, tutup, kemudian mungkin ada tutup Istana dengan DPR, Senayan, kita enggak ada ke Monas, tapi dalam jumlah besar, kalau jumlah besar polisi juga bingung," kata Soenarko dalam video itu juga.
"Kalau nanti kebetulan diumumkan 02 ya kita syukuran aja di situ," ucap Soenarko.
Terkait video itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan saat ini Direktorat Siber Bareskrim Polri tengah menganalisis soal kebenaran video tersebut.
"Sudah saya informasikan ke Direktorat Siber, masih dilakukan analisis," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (15/5).
"Masih ditunggu (pelaporan), jadi setiap ada dugaan peristiwa seperti itu, Direktorat Siber lebih banyak menganalisis terlebih dahulu," tuturnya.
Soenarko diketahui pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus pada tahun 2007-2008. Ia diketahui juga pernah menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda pada tahun 2008-2009.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)