Sebelumnya, sejumlah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Yenny Wahid dan tokoh lainnya buka puasa bersama di Balai Kirti, Museum Kepresidenan, Kompleks Istana Bogor, Rabu (15/5). Anies diundang namun tak hadir.
Andi menganggap pertemuan tokoh politik muda di Bogor merupakan sikap untuk menanggapi situasi termutakhir di mana politisi senior dan tokoh agama terbelah akibat pemilu. Namun, dia menyayangkan Anies tidak ikut serta meski diundang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:AHY Ajak Semua Pihak Dewasa Sikapi Hasil KPU |
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengklaim kemenangan dengan 62 persen suara. Kemudian direvisi menjadi hanya 54 persen. Di sisi yang lain, Jokowi - Maruf diprediksi memenangkan Pilpres 2019 berdasarkan quick count mayoritas lembaga survei.
Andi Arief. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Andi mengatakan AHY telah menunjukkan sikap yang waras. Pula, tengah menjalankan kewajibannya sebagai politisi muda dengan meminta semua pihak menunggu hasil resmi KPU.
"AHY adalah orang pertama yang menyatakan sebaiknya semua pihak menunggu 22 Mei. Dia dibully dan dituduh pengkhianat, hanya karena mengajak hidup benar," imbuh Andi.
"AHY sudah memulai, mana yang lain?" Kata Andi.
Sebelumnya, sejumlah tokoh muda menghadiri acara buka puasa bersama bertajuk Silaturahmi Bogor untuk Indonesia. Acara dilaksanakan di Balai Kirti, Museum Kepresidenan, Kompleks Istana Bogor, pada Rabu (15/5).
Sejumlah tokoh nasional hadir. Mereka adalah sejumlah kepala daerah dan tokoh-tokoh muda.
Di antaranya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany, Wali Kota Bogor Bima Arya.
Kemudian hadir pula Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid serta beberapa tokoh lainnya.
[Gambas:Video CNN] (bmw/osc)
Andi Arief. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)