"Diduga mereka juga memanfaatkan momentum pesta demokrasi ya, diduga, ada beberapa indikasi hal tersebut," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Kamis (16/5).
Namun, Iqbal tak menjelaskan secara rinci indikasi-indikasi yang dimaksud. Yang jelas, kata Iqbal, kelompok JAD Jawa Tengah itu salah satunya mengincar aparat kepolisian serta kantor kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Iqbal menyampaikan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pemberantasan teroris di Indonesia.
Untuk langkah soft approach misalnya, Iqbal menyebut pihaknya terus bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
"Ada terus dengan upaya penangkapan, itu juga upaya pencegahan namanya preventive strike agar mereka tidak bisa melakukan aksinya," ucap Iqbal.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan dari sembilan terduga teroris yang ditangkap, tujuh di antaranya pernah berangkat ke Suriah.
"Yang menjadi catatan penting di antara sembilan pelaku teroris yang sudah berhasil diamankan oleh Densus 88, tujuh di antaranya pernah berangkat ke Suriah, dua belum pernah," tutur Dedi di Mabes Polri, Rabu (15/5).
[Gambas:Video CNN] (dis/osc)