Jokowi Ingin Perbaikan Pendidikan Vokasi Terintegrasi

Feri Agus, CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 00:58 WIB
Jokowi Ingin Perbaikan Pendidikan Vokasi Terintegrasi Presiden Joko Widodo. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi dilakukan secara terpadu dan terintegrasi. Ia menyebut pendidikan dan pelatihan yang diberikan harus menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam Rapat Terbatas dengan topik 'Pendidikan dan Pelatihan Vokasi' di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/5).

"Kami ingin sebuah hal yang konkret, betul-betul pelatihan itu menghasilkan SDM yang kelihatan ter-upgrade betul skill-nya. Dan anggaran yang kita keluarkan betul-betul bisa bermanfaat yang konkret," ujarnya.


Jokowi mengatakan rapat sore hari ini adalah lanjutan dari rapat sebelumnya. Mantan wali kota Solo itu ingin mendapatkan perbaikan lebih rinci dari hasil rapat beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pendidikan dan pelatihan vokasi yang disusun matang diharapkan bisa mengakomodir bonus demografi Indonesia, yang diperkirakan terjadi pada 2030 mendatang.

"Dan kita bisa melakukan pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran," ujarnya.

Dalam ratas kali ini hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Kemudian Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.

Selain itu ada Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono. Lalu hadir juga Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (fra/fea)