Sebelumnya Demokrat menduga caleg nomor urut 2 NasDem Davin Kirana melakukan penggelembungan suara di Malaysia dalam pemungutan suara sistem pos.
"Tuduhan penggelembungan suara PSU via pos tersebut sangat berlebihan dan wujud dari tidak siap kalah. Bersiaplah jadi politisi yang dewasa secara politik," tutur Johnny melalui pesan singkat, Jumat (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Johnny menganggap caleg yang menang dengan perolehan suara signifikan merupakan hasil dari kerja keras selama kampanye dan bentuk kepercayaan yang diberikan masyarakat, bukan hasil kecurangan.
Apabila menduga ada kecurangan, dikatakan sebaiknya membawa ke ranah hukum sesuai dengan UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
Johnny kemudian mengatakan partainya bakal menerima hasil penghitungan suara di Malaysia yang dilaksanakan PPLN Kuala Lumpur.
"Dan bila ada bukti kecurangan yang otentik kami juga kan tempuh sesuai jalur penyelesaian sengketa di MK," kata Johnny.
Sebelumnya, Ketua Daerah Pemilihan Luar Negeri (DPLN) Partai Demokrat Lukmanul Hakim mengatakan mayoritas partai politik menduga ada indikasi penggelembungan suara di Malaysia yang bermuara ke caleg NasDem nomor urut 2 Davin Kirana. Hal itu terutama di segmen pemilihan via pos.
Dia curiga penggelembungan suara dilakukan secara masif.
Lukmanul mengatakan surat suara yang diterima PPLN via pos untuk dihitung hingga Rabu sebanyak 22.807. Namun, suara dominan bermuara ke caleg NasDem nomor urut 2 Davin Kirana.
"Perhitungan pertama PSU pos ini terdiri dari 38 meja perhitungan pos. Hampir semua Memilih Caleg NasDem nomor urut 2," ucap Lukmanul. (bmw/fea)