"Itu yang aneh, pilegnya diterima tapi pilpresnya tidak. Namanya iman sebagian, tidak iman sebagian," ujar Ma'ruf di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (17/5).
Ma'ruf tak menjelaskan secara rinci alasannya mengeluarkan penilaian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan jalan yang di luar jalur, tapi di dalam jalur. Ada relnya, sehingga tidak terjadi disharmoni. Semua berjalan sesuai dengan aturan dan itu kita sudah sepakati dan harus diterima semuanya," ujarnya.
Sebab, ia berpendapat kandidat pemilu tidak memiliki kewenangan untuk mengambil kesimpulan bahwa terjadi kecurangan dalam pemilu.
"Kan musti ada yang menyatakan itu curang dulu. Wasitnya siapa baru disampaikan ke saya. Kalau enggak ada, mau-maunya sendiri gimana," ujar Ma'ruf. (panji/fea)