FOTO: Sepetik Asa Para Mantan Tapol Pulau Buru

ANTARA FOTO, CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 12:50 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan tapol yang memilih tinggal di Pulau Buru tetap melanjutkan kehidupan seusai diperlakukan seperti budak di era 1960-1970-an.

Pantai Sanleko adalah saksi sejarah tempat pendaratan para tahanan politik unit IV saat di buang di Pulau Buru, Maluku. Mereka-mereka yang dicap sebagai anggota Partai Komunis Indonesia diasingkan ke pulau ini oleh pemerintahan Orde Baru. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Tugu peresmian nama desa Savana Jaya pada masa pembuangan tahanan politik di Pulau Buru. Di pulau tersebut, para tapol diminta membabat pohon-pohon besar di belantara rimba, membuka lahan dan mengubahnya jadi sawah. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Mantan tahanan politik Solikhin berada didepan rumahnya di Pulau Buru. Diperkirakan belasan ribu tapol dibuang ke Pulau Buru, dari ratusan ribu yang ditahan atas tuduhan menjadi anggota PKI atau simpatisannya. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Foto hasil reproduksi pernikahan tahanan politik Sugito (kedua kiri) dan anak mantan tahanan politik Sugiharti (kedua kanan) pada tahun 1978 di Pulau Buru. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Foto mantan tahanan politik Solikhin memeluk istrinya sebelum ditangkap dan dibuang ke Pulau Buru. Banyak tapol yang masih bujangan kemudian jatuh cinta dan menikah dengan keluarga tapol lainnya yang dibawa ke sana. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Foto hasil reproduksi empat tahanan politik saat melakukan panen padi di Pulau Buru. Kala itu para tahanan kerap diperlakukan bagai budak, dipukuli dan dipaksa bekerja. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Hamparan sawah hasil kerja paksa para tahanan politik di Savana Jaya, Pulau Buru. Dengan alat seadanya para tapol bisa membuka lahan persawahan yang diperkirakan mencapai 2.500 hektare. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Mantan tahanan politik Diro Utomo berladang di Pulau Buru. Ia dan istrinya ditangkap di Tasikmalaya pada 1966 dan dibawa ke pulau ini pada 1971 tanpa alasan yang jelas. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Anak mantan tahanan politik bekerja sebagai pegawai di SDN 1 Waepo, Savana Jaya, Pulau Buru. Setelah masa pembebasan pada 1979, banyak tapol yang lebih memilih tetap tinggal di Pulau Buru dan kemudian berkeluarga di sana. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Mantan tahanan politik Diro Utomo (kiri) memeluk kawan senasibnya Slamet (kanan) di Pulau Buru. Pascapemilu 2019, mantan tahanan politk berharap siapapun presiden yang terpilih nanti dapat mengembalikan nama baik mereka. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)