Detik-detik perayaan Waisak ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali, pemercikan air berkah, dan pembacaan Paritta Jayanto dan umat bersikap anjali.
Seperti dilansir Antara, Biksu Wongsin Labhiko Mahathera menuntun meditasi Waisak. Selama meditasi, suasana berlangsung hening. Kemudian, pemukulan gong sebanyak satu kali menandakan berakhirnya meditasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:FOTO: Hening dan Khusyuk Menyambut Waisak |
"Bagaimana dia bisa melatih diri, kalau tidak menampakkan kesejatian diri dan bagaimana dia bisa terbebas dari siklus tumimbal lahir," katanya.
"Akibatnya hati kita menjadi bingung, berlaku buruk, kebiasaan buruk, karakter buruk, dan nasib pun jadi buruk. Imbasnya, hubungan dengan keluarga dan masyarakat jadi buruk, karena hati tak dikendalikan, hati mudah tergoda, terjerat, serta terbius oleh kondisi di luar," imbuh Tadisa dalam renungan Waisak.
[Gambas:Video CNN]
Sebelum detik-detik Waisak, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin datang menghadiri perayaan pada Sabtu (18/5). Dalam sambutannya, ia mengajak umat Buddha untuk mengevaluasi diri.
"Saya selaku Menteri Agama menyampaikan ucapan selamat memperingati Tri Suci Waisak kepada seluruh umat Buddha di Indonesia, semoga berkah Tri Suci Waisak membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi seluruh umat manusia," ujarnya dikutip Detik. (antara/bir)