Hendro mengatakan kudeta sipil tak pernah berhasil tanpa ada dukungan dari TNI dan Polri.
"Saya ingatkan, tidak ada kudeta sipil yang berhasil di dalam sejarah karena TNI dan Polri tidak di belakang," kata Hendropriyono di Gedung Djoeang, Jakarta, Minggu (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prajurit menurutnya juga tunduk pada hukum dan taat ada atasan.
"Tunduk setia pada atasan, jangan mau diajak-ajak yang bukan atasanya. Atasan orang lain dia ikutin. Itu tidak ada," katanya.
"Jangan mau ditipu menjadi korban dari para elit yang enak-enak pergi ke luar negeri, kabur. Terus nanti balik lagi pada saat-saat yang tetap aman-aman," kata Hendro.
Wacana People Power mengemuka digelar pada 21 dan 22 Mei di KPU dan Bawaslu. Namun pihak yang menginisiasi People Power ini mengklaim apa yang akan digelar sesuai dengan konstitusi sebagai salah satu menyuarakan aspirasi politik warga negara.
Mereka yang mengajak people power juga menegaskan gerakan tersebut bukan tindakan makar.
Belakangan gerakan people power ini diganti dengan istilah Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR). (sas/sur)