"Hindari tindakan -tindakan yang dapat mempertajam polarisasi dan perpecahan di masyarakat. Sehingga stabilitas dan kepastian hukum dapat terjaga demi keberlanjutan pembangunan," ujar Habibie dalam rekaman video berdurasi sekitar delapan menit yang disertakan di rilis BJ Habibie Center, Minggu (19/5).
Apalagi, sambung Habibie, di tengah situasi regional dan global yang tidak kondusif maka segenap anak bangsa Indonesia harus terus menerus memperkuat ketahanan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, pria yang dikenal sebagai teknokrat itu berharap Indonesia tetap harmonis dalam keberagaman. Di mana segenap anak bangsa Indonesia paham akan hak dan kewajiban asasinya sebagai manusia.
Habibie menegaskan hasil rekapitulasi suara tingkat nasional oleh KPU yang tengah ditunggu segenap rakyat Indonesia itu harus dipatuhi dan dijaga. Pasalnya, kata Habibie, KPU adalah lembaga penyelenggara pemilu yang keberadaannya merupakan amanat konstitusi.
"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Saya berpesan kepada seluruh bangsa Indonesia, untuk bersama sama memastikan demokrasi di Indonesia dapat terus berjalan dan menerima hasil pemilihan umum serentak yang akan diumumkan 22 Mei mendatang," katanya.
Dalam Pemilu 2019, masing-masing rakyat Indonesia pemilik hak pilih menggunakan surat suaranya untuk memilih dalam Pilpres, Pileg DPR, Pileg DPRD Kabupaten/Kota, dan anggota Perwakilan Daerah.
Namun, iklim panas masih muncul setelah hari pemungutan suara pada 17 April 2019 silam dimana pendukung dua kubu dala Pilpres 2019 saling mengklaim kemenangan jagoan masing-masing.
Pilpres 2019 diikuti dua pasang calon yakni nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
[Gambas:Youtube] (kid)