Melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, BBPTKG menyebutkan luncuran awan panas guguran terjadi pada pukul 15:37 WIB dengan amplitudo 65 mm dan berdurasi 117,9 detik, yang mengarah ke arah hulu Kali Gendol.
Selama periode waktu itu, BPPTKG merekam 44 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-50 mm berdurasi 25-151 detik, satu kali gempa embusan dengan amplitudo 10 mm selama 44 detik, empat kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 2-5 mm berdurasi 10-20,4 detik, dan empat kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-26 mm berdurasi 9.3-22.4 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, warga dihimbau agar tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Merapi. BPPKTG pun mengingatkan warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol untuk tetap waspada, mengingat jarak luncur awan panas guguran Merapi semakin jauh. Namun, masyarakat juga diminta agar tidak mudah terpancing isu-isu soal letusan Gunung Merapi yang tak jelas sumbernya.
Masyarakat disarankan untuk menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG dan mengikuti arahan aparat pemerintah daerah. (dea/ayp)