Penolakan ini disampaikan Prabowo dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya yang berlokasi di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sesaat sebelum konpers, Prabowo yang mengenakan pakaian khas berwarna coklat muda miliknya itu sempat dikejutkan dengan teriakan seorang anak kecil dari luar pagar rumahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teriakan presiden itu memang berlawanan dengan hasil rekapitulasi suara KPU yang justru menyatakan Prabowo-Sandi kalah suara dari Jokowi-Ma'ruf.
Usai itu, Prabowo pun langsung menyampaikan pernyataannya yang menolak semua hasil rekapitulasi suara. Apalagi KPU menyampaikan hasil rekapitulasi itu dini hari yang mana dia sebut sebagai waktu senyap-senyap.
"Pihak paslon 02 merasa pengumuman itu dilakukan dalam waktu yang janggal di luar kebiasaan," kata Prabowo.
Mereka semua tampak ceria dan optimistis bahwa apa yang ditetapkan KPU dini hari tadi merupakan buah kecurangan dan masih bisa digugat ke Mahkamah Konstitusi.
Dalam konferensi pers tersebut hadir Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, Sugiono, Titiek Soeharto, Rachmawati Soekarno Putri, Amien Rais, Andre Rosiade, Sandiaga Uno, dan Djoko Santoso.
Petinggi Partai PKS, Sohibul Iman sebelumnya disebut akan hadir namun hingga konpers berakhir tak satu pun petinggi partai PKS yang muncul ke kediaman Prabowo.
Untuk informasi, KPU mengumumkan paslon 01 Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pilpres 2019. Jokowi-Ma'ruf meraih 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah 154.257.601 suara.
Usai pengumuman hasil rekapitulasi, KPU akan menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih paling lambat tanggal 24 Mei jika tidak ada gugatan ke MK.
[Gambas:Video CNN] (tst/osc)