Aksi di Bawaslu Berlanjut, Polisi Harap Selesai Sesuai Aturan

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 18:20 WIB
Aksi di Bawaslu Berlanjut, Polisi Harap Selesai Sesuai Aturan Suasana unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya berharap aksi yang berlangsung di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berakhir sesuai aturan yang berlaku, yaitu pukul 18.00 WIB. Namun, hingga kini massa masih menggelar aksi, bahkan kemungkinan berlanjut hingga malam hari.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Bawaslu ini sudah mendapat izin. Ia mengingatkan agar massa dapat membubarkan diri jelang malam hari.


"Kami berharap sampai nanti sore sesuai aturan sampai pukul 18 itu bisa segera bubar dan bisa pulang ke rumah masing-masing," ujar Argo saat mendampingi Kapolda Metro Jaya di Bawaslu, Selasa (21/5).


Meski demikian, massa diketahui berencana menggelar buka bersama hingga salat tarawih di tengah ruas jalan yang mereka pakai untuk berunjuk rasa.

Menanggapi hal itu Argo menolak berkomentar lebih jauh. "Ya, ini kita lihat sama-sama ya. Nanti kita lihat, kan belum tarawih ya nanti kita tunggu saja seperti apa," ucapnya.

Massa yang berunjuk rasa di depan Bawaslu menamakan dirinya sebagai Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR). Mereka yang notabene pendukung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto ini menuntut penyelenggara pemilu untuk mendiskualifikasi capres nomor urut 01 Joko Widodo. Mereka menuding capres petahana itu melakukan kecurangan dalam pemilu kali ini.


Rekapitulasi suara akhir menunjukkan paslon Jokowi-Ma'ruf memperoleh 85.607.362 suara sah atau setara 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.

Sementara paslon Prabowo-Sandi mendapat 68.650.239 suara sah atau 44,50 persen dari total suara sah. (bin/pmg)