Polisi Bubarkan Massa di Bawaslu Karena Memprovokasi

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 23:42 WIB
Polisi Bubarkan Massa di Bawaslu Karena Memprovokasi Ilustrasi polisi membubarkan massa demonstran di depan Bawaslu. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat kepolisian akhirnya memilih tindakan represif terhadap massa yang tersisa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka mengejar dan menangkap massa yang bersikeras berunjuk rasa di sana.

Tindakan tegas polisi bermula ketika sebagian dari massa bersikukuh tak meninggalkan lokasi demo. Mereka berkali-kali meneriakkan kata-kata provokasi terhadap polisi yang masih berada di dalam Bawaslu.
"Kita rakyat. Polisi harusnya mengayomi," kata demonstran yang bertahan, Selasa (21/5) malam.

Provokasi tersebut akhirnya menyulut aparat. Polisi anti huru-hara dengan potongan bambu disiagakan.


Sebagian polisi yang masih bertugas kemudian berlari melintasi jembatan penyeberangan di depan Bawaslu ke Sarinah. Sejurus kemudian massa kocar-kacir.

"Bubar! Bubar! polisi berteriak sambil mengejar.

Seratusan pengunjuk rasa itu berlarian ke segala penjuru. Mereka tak hanya mengejar, tapi juga menangkap. Beberapa polisi bahkan memukuli peserta unjuk rasa yang tertangkap.
Setelah tindakan tersebut, massa yang berkerumun di persimpangan Sarinah tampak lengang. Namun tak lama kemudian, pasukan Brimob mengejar massa lain yang berada di ruas Jalan Wahid Hasyim arah Tanah Abang.

[Gambas:Video CNN]

Mereka mendesak setidaknya hingga nyaris 100 meter. Setelah dianggap telah bersih dari pengunjuk rasa, satuan Brimob tadi kembali bersiaga di persimpangan Sarinah. (bin/ayp)