Massa di sekitar kantor Bawaslu yang berkumpul sejak Selasa siang membubarkan diri dengan tertib usai mendapat imbauan dari aparat keamanan usai pelaksanaan salat tarawih.
Mobil komando utama massa aksi pun bergerak menuju timur melalui jalan Wahid Hasyim. Kendati sempat ada provokasi oknum yang melempar benda keras ke barikade polisi, situasi tetap terkendali karena massa tidak bertindak lebih lanjut.
Lihat juga:Korban Tewas Tanah Abang Tertembak di Dada |
Pada pukul 20.55 WIB titik konsentrasi massa sudah menghilang dan hanya tersisa segelintir peserta yang masih bertahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi berjaga di daerah Tanah Abang pada Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) subuh. (BAY ISMOYO / AFP) |
Situasi tersebut memang sempat membuat konsentrasi massa terpecah ke arah Jalan Sabang, Jalan Wahid Hasyim dan ada pula yang tidak beranjak di depan Gedung Sarinah.
Malam kian larut, massa dan polisi masih terus bentrok. Upaya diskusi tokoh masyarakat dan perwakilan polisi tidak menemui titik temu.
Aparat kepolisian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta. ( CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Kerumunan mulai mundur setelah 40 personel bermotor turun ke jalan. Tetapi situasi tersebut tidak berjalan lama karena bentrok kembali terjadi di persimpangan Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Mas Mansyur atau tepat berada di depan Blok A Tanah Abang. Kali ini gas air mata dari polisi berbalas batu dan mercon.
Sekitar pukul 02.00 WIB, massa masih melakukan perlawanan. Selama lebih kurang satu jam bentrok berlangsung sengit, polisi pun kemudian juga menggunakan mercon.
Di kawasan perbelanjaan terbesar di Jakarta tersebut juga sempat terlihat kepulan asap. Massa terlihat membakar benda-benda.
Kerusuhan tersebut belakangan menelan korban jiwa. Seorang warga bernama Farhan Syafero (30) menjadi korban tewas akibat tertembak di depan Pasar Blok A Tanah Abang.
Direktur RS Budi Kemuliaan Fahrul W Arbi mengatakan korban masih bernapas saat dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya saat itu Fahrul tertembak di dada dengan peluru yang menembus ke belakang. Namun nyawanya tak tertolong setelah diresusitasi.
Mendekati waktu subuh aparat memutuskan mundur. Komandan mereka memberi perintah agar semua personel mundur ke depan kantor Bawaslu. Api yang sempat berkobar pun dipadamkan mobil meriam air dan pemadam kebakaran.
Setelah subuh, situasi mereda. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum pun tampak mulai membersihkan area sekitar Tanah Abang dan Bawaslu yang dipenuhi pecahan kaca, bekas petasa, botol minum.
Pihak Rumah Sakit Budi Kemuliaan menyebut korban tertembak akibat kerusuhan di sekitar Tanah Abang, Jakarta, semalam, tak cuma seorang. Total, ada 17 pasien yang diterima RS tersebut dengan luka tembak di betis, tangan, sendi bahu, dan bahkan sampai ada yang dikirim ke RS Tarakan karena perlu tindakan bedah. (nva/gil)
Polisi berjaga di daerah Tanah Abang pada Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) subuh. (BAY ISMOYO / AFP)
Aparat kepolisian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta. ( CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)