Dia meminta kedua capres ini bertemu untuk meredakan gejolak hingga menyebabkan kericuhan dan korban jiwa dalam aksi yang berlangsung sejak Selasa (21/5) malam.
"Pak Jokowi dan Pak Prabowo matikan televisi, bertemulah," kata Andi Arief seperti dikutip CNNIndonesia.com melalui akun Twiter resminya, @AndiArief_, Rabu (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Massa Aksi 22 Mei Kembali Kuasai Jalan Slipi |
"Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang terhormat, sampai berapa korban "nyawa rakyat" yang bisa melunakkan hati untuk Bapak berdua bertemu? Korban nyawa ini akibat persaingan antara Bapak berdua. Terbuat dari apa hati bapak berdua?," kata Andi.
"Korban nyawa sudah terjadi, para petinggi dan elite politik dari 01 dan 02 terbius menikmati tawuran rakyat melawan aparat. Tak ada satu pun yang bicara. Pak Jokowi dan Pak Prabowo matikan televisi, bertemulah," kata Andi.
Aksi demonstrasi di Gedung Bawaslu RI ricuh sejak Selasa malam. Kericuhan bahkan terjadi hingga siang ini dan telah menimbulkan korban jiwa. Jokowi dan Prabowo belum menyampaikan pernyataan terkait kericuhan yang terjadi hingga hari ini.
Kericuhan ini bermula dari massa aksi di depan Gedung Bawaslu yang tak mau membubarkan diri. Mereka mendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang menolak hasil rekapitulasi KPU karena menduga ada kecurangan.
Saat itu pihak 02 bahkan tak mengambil jalur konstitusi dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan alasan sudah kehilangan kepercayaan terhadap lembaga hukum.
Anggota Dewan Pengaran BPN, Amien Rais juga sempat menyerukan people power yang pada akhirnya berganti nama menjadi Gerakan Kedaulatan Rakyat.
[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)