Tito mengatakan, tim gabungan Polri dan TNI melakukan pembubaran paksa massa usai berkali-kali negosiasi. Saat pembubaran paksa itu, sebagian massa bubar, dan beberapa diamankan. Saat itu ditemukanlah amplop-amplop berisi uang.
"Masa sebagian bubar, sebagian diamankan. Seperti di Bawaslu ditemukan amplop berisi uang total Rp6 juta. Amplopnya terpisah," kata Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menyayangkan aksi kericuhan itu. Sebab aksi di depan Bawaslu pada Selasa siang hingga malam berlangsung cukup kondusif dan terkendali. Beberapa kali permintaan massa seperti buka puasa bersama dan tarawih berjemaah di lokasi diberikan kepolisian.
Hingga akhirnya massa membubarkan diri secara teratur tanpa ada gesekan. Namun selang beberapa waktu kemudian datang ratusan massa dari arah Tanah Abang ke arah Bawaslu.
"Kira-kira jam 23.00 WIB datang sekelompok masyarakat, anak-anak muda sekitar 300-400 orang datang ke Bawaslu dari Tanah Abang langsung lempar batu, bahkan konblok, molotov dan petasan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (jps/osc)