"Laras panjang jenis M4 ini kalau ditembakkan tidak kedengaran. Juga dilengkapi dengan pisir dan bisa pakai teleskop," kata Tito saat konfrensi pers di Jakarta, Rabu (22/5).
Tito menegaskan pihaknya sudah mendengar akan ada penembakan di tengah aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu dan KPU. Menurut Tito rencana itu bertujuan agar seolah-olah penembakan dilakukan oleh aparat yang akan memicu kemarahan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas fakta tersebut, aparat keamanan kemudian menjalan standar operasional prosedur (SOP) dengan mengeluarkan gas air mata. Adapun soal laporan sejumlah massa yang diamankan dan meninggal dunia, pihaknya masih melakukan investigasi lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko telah ditetapkan tersangka atas dugaan penyelundupan senjata ilegal.
"Mayjen Soenarko sudah dipanggil, diperiksa, dan jadi tersangka," kata Wiranto, Selasa (23/5).
Soenarko ditangkap personel Mabes Polri terkait dengan senjata gelap dari Aceh.
[Gambas:Video CNN]
(jps/dal)