Polisi Selidiki Aksi Demonstran Bakar Pos Polisi di Pontianak

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 20:39 WIB
Polisi Selidiki Aksi Demonstran Bakar Pos Polisi di Pontianak Sekelompok warga membawa kayu saat menduduki Jembatan Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (22/5/2019). (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi protes hasil pemilu dilaporkan juga terjadi di Pontianak Timur, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (22/5). Aksi protes diwarnai pembakaran salah satu pos lalu lintas di sekitar lokasi aksi.

Kantor pos lalu lintas dibakar oleh orang tak dikenal. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar AKBP Donny Charles Go mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pembakaran pos polisi lalu lintas tersebut.

"Benar ada pos lalu lintas polisi yang terbakar," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/5).


Donny mengatakan dugaan sementara pembakaran itu dilakukan oleh orang yang termakan isu hoaks tentang peserta aksi yang meninggal di Petamburan, Jakarta Barat.


Namun dia belum dapat memastikan dan menjelaskan lebih rinci soal insiden tersebut.

"Dugaan sementara dilakukan oleh yang tak dikenal sebagai dampak dari informasi bohong bahwa ada masyarakat yang meninggal dunia saat aksi unjuk rasa di Petamburan, Jakarta," tuturnya.

Saat ini pihaknya telah mengamankan peserta aksi unjuk rasa. Namun belum dapat dipastikan peran dan jumlah peserta aksi tersebut.


"Ada pengunjuk rasa yang diamankan, namun perannya masih diselidiki," tuturnya.

Seperti diketahui, pusat aksi protes hasil pemilu berlangsung pada Selasa (21/5) malam di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat. Protes berujung kericuhan antara massa dan polisi. Awalnya aksi berakhir dengan damai tetapi tak lama kemudian kericuhan terjadi usai massa tak dikenal mendatangi gedung Bawaslu.

Polda Metro Jaya menetapkan 257 tersangka kasus kerusuhan 22 Mei 2019 yang berawal dari depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/5) malam. (gst/ain)