"Ya, memang saya akui (ambulans Gerindra Tasikmalaya), itu kesalahpahaman saja itu mbak, kesalahpahaman saja, dan sebetulnya enggak usah dibesar-besarin. Ini kan mobil ambulans, mobil masyarakat bilamana ada yang sakit dan sebagainya gitu kan," kata Taufik saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (22/5).
Taufik mengaku tidak ada niat jahat dari partainya dalam aksi 22 Mei ini. Pihaknya hanya ingin memberi bantuan kepada pendemo yang memang membutuhkan pertolongan medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di satu sisi, Taufik menerangkan pihak Gerindra Jabar sedang mengurus masalah tersebut di Polda Metro Jaya. Taufik juga menjelaskan di dalam ambulan tidak ada senjata tajam hanya bebatuan yang berfungsi jika mobil itu mengalami mogok. Namun, ia tidak mengetahui siapa yang meletakkan batu-batu itu di dalam ambulans.
Sebelumnya, kepolisian menyatakan pihaknya di lapangan telah mengamankan satu unit mobil ambulans yang diduga milik salah satu partai politik terkait kericuhan 22 Mei pada Rabu (22/5) dini hari tadi. Mobil tersebut berisi batu dan sejumlah benda.
"Ada satu ambulans ya, saya tidak akan sebutkan itu ambulansnya ada partainya itu penuh dengan batu dan alat," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu.
Namun, Iqbal enggan menyebut parpol apa pemilik mobil ambulans tersebut. Tidak dijelaskan Iqbal apakah batu-batu dan sejumlah benda di dalam ambulans itu digunakan sebagai 'amunisi' bagi massa menyerang aparat. Mobil itu sendiri telah diamankan polisi.
[Gambas:Video CNN] (sas/kid)