"Saya dari jam 23.00 sudah selesai tugas, tapi diperbantukan ke sini tadi pagi," ucap Edi kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun membatalkan rencana makan sahur bersama keluarga. Edi dan puluhan petugas berangkat menuju Jalan Thamrin pada tengah malam.
Sisa aksi 22 Mei semalam di depan gedung Bawaslu. (CNN Indonesia/Dhio Faiz) |
Edi dkk. akhirnya memutar balik mobil kebersihan. Mereka kembali ke kantor untuk santap sahur sembari menunggu waktu bertugas.
"Tadi sudah telepon sama keluarga, bilang belum bisa pulang, lembur," ucapnya sembari tersenyum.
Tugas kali ini istimewa bagi Edi. Selain menambah jam kerja, ia harus membersihkan puing-puing yang tak biasa ia temukan.
Mulai dari beling hingga bangkai sepeda motor jadi tantangan yang harus Edi dkk. Mereka juga harus bekerja sambil menghadapi sisa gas air mata yang masih pekat.
Polisi menggunakan gas air mata untuk menghalau massa rusuh. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Usai beristirahat dan berbagi kisah dengan CNNIndonesia.com, Edi melanjutkan pekerjannya. Sehabis ini ia harus pulang untuk beristirahat karena masih akan bekerja kembali.
"Nanti pulang, jam 15.00 kerja lagi. Khusus karena ada ini saja," tuturnya dalam tawa.
Lihat juga:Prabowo, Wiranto, dan Kenangan 22 Mei 1998 |
"Kami tugasnya pukul 02.00 WIB sampai 07.00 WIB. Tapi baru turun subuh karena tadi masih belun memungkinkan," katanya.
Diketahui, kerusuhan dalam aksi 22 Mei di Jl Thamrin dan Jl Wahid Hasyim, Jakarta, berangsur mereda jelang Kamis (23/5) dini hari. Sejumlah orang yang terlibat dalam kerusuhan, perusakan fasilitas, dan penyerangan terhadap aparat ditangkap. Polisi sempat menembakkan gas air mata.
[Gambas:Video CNN] (arh/gil)
Sisa aksi 22 Mei semalam di depan gedung Bawaslu. (
Polisi menggunakan gas air mata untuk menghalau massa rusuh. (